09 Mei, 2011

Ustadz Kalimin

Ustadz Kalimin merupakan alumni Pondok Pesantrem. Saat ini Ustadz Kalimin mengajar bahasa Arab untuk semua kelas di Homeschooling Group (HSG) SD Khoiru Ummah 25 Jatisampurna Bekasi. Sebelum bergabung dengan HSG SD Khoiru Ummah 25, Ustadz Kalimin adalah salah seorang pengajar di Pondok Pesantren Nidaa' Al Haar Kota Bekasi.

27 April, 2011

Syarat Kelulusan Siswa

Tahun ini Kemendiknas memberlakukan syarat kelulusan siswa berdasarkan gabungan hasil ujian nasional (UN) dan nilai rapor siswa. Kebijakan ini mengundang pro kontra karena sebagian orang beranggapan bahwa kebijakan ini kurang sosialisasi dan terlambat diberlakukan.

Yang mengatakan terlambat diberlakukan beralasan bahwa nilai rapor siswa terlanjur dibuat sehingga siswa yang nilainya jelek akan bisa terganggu kelulusannya. Artinya jika kebijakan ini dari awal sudah diketahui pihak sekolah akan membuat nilai rapor yang lebih membantu siswa lulus.

Keadaan ini menunjukkan bahwa seakan-akan kelulusan adalah segala-galanya. Dengan sekolah sangat menghindari ketidaklulusan siswanya. Padahal mestinya lulus atau tidak lulus dalam suatu proses belajar mengajar adalah hal yang biasa. Kapankah sistem pendidikan kita bisa menghasilkan orang yang siap untuk menerima berbagai kemungkinan? Termasuk siswa yang pandai namun karena ada kesalahan non teknis menjadi "korban" ketidaklulusan? Tentu sistem pendidikan mesti mengedepankan pendidikan karakter, agama dan etika disamping pendidikan kecerdasan bagi peserta didiknya.

07 Februari, 2011

HS Anak Shaleh 04

HS Anak Shaleh 04 telah memulai proses belajar mengajar. Lokasi berada di Perumahan Taman Pondok Gede Bekasi. Saat ini masih memfokuskan pada program setara play group yaitu usia 2 s.d 4 tahun.

Selamat bergabung dan sukses untuk HS Anak Shaleh 04.

Sunatan Massal


Sunatan Massal telah dilangsungkan pada hari Sabtu 5 Februari 2011. Peserta yang mengikuti sebanyak 18 orang. Sebagian dari mereka membayar namun ada beberapa yang mengikuti dengan tanpa dipungut biaya.

Program ini adalah salah satu upaya mensosialisasikan khitan sejak dini untuk menjaga kesehatan buah hati kita. Peserta terkecil masih berumur di bawah 1 tahun. Kebetulan bayi ini memang mengalami gangguan saluran kemih sehingga dokter juga menyarankan untuk khitan sebagai salah satu solusinya. Peserta terbesar adalah siswa kelas 5 SD.

Dalam pelaksanaan program ini juga dijumpai 2 anak yang tidak bisa dikhitan karena kegemukan. Jadi Anda yang memiliki putra kegemukan mesti hati-hati jika akan menyunati anak. Bisa-bisa undangan sudah disebar kemana-mana tapi buah hati kita ternyata belum bisa disunat.

Lembaga Pendidikan Anak Shaleh (LPAS) bekerja sama dengan rumah sunatan dalam menjalankan program ini.